PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Menguat Tipis karena Dolar Melemah; Kekhawatiran Suku Bunga Masih Membayangi


PT Equityworld Futures Semarang – Sebagian besar mata uang Asia merangkak lebih tinggi pada hari Kamis, melihat beberapa ruang bernafas karena dolar mundur dari puncaknya selama lebih dari lima bulan, meskipun kekhawatiran akan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama masih ada.

Mata uang regional mengalami penurunan tajam dalam beberapa sesi terakhir, karena data ekonomi AS yang kuat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve memicu reli dolar dan imbal hasil Treasury.

Namun, greenback mengalami aksi ambil untung pada hari Rabu, sementara sentimen membaik sedikit di tengah kurangnya eskalasi dalam ketegangan Iran-Israel.
Dolar jatuh dari level tertinggi 5½ bulan

dollar index dan dollar index futures keduanya turun sedikit di perdagangan Asia, memperpanjang penurunan semalam karena pasar mengunci beberapa keuntungan baru-baru ini dalam greenback.

Kedua indikator ini masih tetap dekat dengan level yang terakhir terlihat di awal November.

Prospek jangka pendek untuk greenback masih tetap optimis, terutama karena para trader terlihat hampir seluruhnya mengurangi pertaruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di bulan Juni.

Gagasan ini didorong oleh data inflasi AS yang kuat, sementara Ketua Fed Jerome Powell juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dalam pidatonya di awal pekan ini.

Prospek suku bunga AS yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi pasar Asia, mengingat hal ini mempersempit kesenjangan antara imbal hasil yang berisiko dan yang rendah.

Imbal hasil Treasury AS juga melonjak dalam beberapa sesi terakhir, dengan 10-year yield mendekati level tertinggi lima bulan.
Kekhawatiran suku bunga membuat FX Asia tetap lemah

Mata uang Asia yang lebih luas sedikit menguat, mendapat sedikit bantuan dari penurunan dolar. Namun, kenaikannya terbatas karena kekhawatiran akan suku bunga AS masih ada.

Yen Jepang menguat dalam beberapa sesi terakhir, dengan pasangan USDJPY bergerak kembali ke 153 setelah menguji level tertinggi 34 tahun di atas 154. Kelemahan yen juga membuat pasar tetap berhati-hati terhadap intervensi pemerintah.

data inflasi konsumen Jepang, yang akan dirilis pada hari Jumat, diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai yen.

Pasangan AUDUSD dolar Australia naik 0,3%, pulih lebih jauh dari posisi terendah lima bulan yang dicapai minggu ini. Sementara data untuk bulan Maret menunjukkan beberapa pendinginan dalam angkatan kerja Australia, sektor ini masih relatif ketat.

Pasangan USDCNY yuan China bergerak sedikit setelah melonjak ke level tertinggi lima bulan dalam beberapa minggu terakhir. Ketidakpastian atas ekonomi Tiongkok membuat para pedagang bias terhadap yuan, karena People's Bank bergerak untuk membendung kerugian lebih lanjut dalam mata uang tersebut.

Pasangan USDKRW won Korea Selatan turun 0,4%, sementara pasangan USDSGD dolar Singapura turun 0,1%.

Pasangan USDINR rupee India tetap mendekati rekor tertinggi di atas 83,5.

PT Equityworld Futures Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Equityworld Futures Semarang – 1.800 Ton Emas Orang RI Disimpan Di Bawah Bantal, Begini Penjelasannya

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Melemah 0,09 Persen ke Level 7.891 di Sesi Pertama Perdagangan Hari Ini

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Saham Emiten Nikel 328%, Cek yang Layak Beli & Jual Hari Ini (13/10)