Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Rebound di Tengah Eskalasi, Berikut Selengkapnya!

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Emas rebound setelah melemah tiga sesi beruntun, seiring meningkatnya kembali permintaan aset safe haven di tengah risiko geopolitik. Sentimen didorong laporan Axios yang menyebut Presiden AS Donald Trump akan menerima pengarahan tentang opsi militer baru terkait Iran, dengan Kepala US Central Command Laksamana Brad Cooper dijadwalkan memberi briefing pada Kamis. Pada 09:58 pagi di London, spot gold naik 1,5% ke US$4.616,42 per ons setelah sempat menguat hingga 1,8% dan kembali diperdagangkan di atas US$4.600, menyusul koreksi 3,4% dalam tiga sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan reli minyak, ketika harga crude menyentuh tertinggi empat tahun di US$126 per barel, karena pasar menilai prospek eskalasi konflik Timur Tengah. (gn) Harga Emas pada Saat Analisis Ini Dirilis berada pada Level $4.629 - Beli jika harga bergerak ke $4.631 - Jual jika harga bergerak ke $4.599 Resistensi 2: $4.678 Resistensi 1: $4.646 Support 1: $4.582 Sup...

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin Tertahan, Pasar Kripto Masuk Mode Hati-Hati

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Pasar kripto bergerak melemah pada perdagangan Selasa, dengan Bitcoin turun ke bawah level US$77.000 setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$76.900, sementara Ethereum ikut melemah di kisaran US$2.280–US$2.300. Tekanan terhadap kripto datang dari sentimen risk-off global setelah negosiasi AS-Iran kembali mandek dan harga minyak terus naik. Kondisi ini membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama. Selain geopolitik, pasar juga menunggu keputusan bank sentral utama, termasuk Federal Reserve. Ekspektasi suku bunga masih menjadi faktor penting karena kripto cenderung sensitif terhadap perubahan likuiditas global dan arah dolar AS. Secara teknikal, Bitcoin masih kesulitan menembus area psikologis US$80.000. Selama level tersebut belum ditembus secara kuat, pasar kripto berpotensi tetap bergerak konsolidatif dengan risiko koreksi l...

PT Equityworld Futures Semarang – Nikkei Cetak Rekor, Saham Real Estate dan Perbankan Pimpin Penguatan

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (27/04), dengan Nikkei 225 naik 0,97% dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan didorong oleh penguatan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil, meski kondisi pasar secara keseluruhan tidak sepenuhnya solid. Di level saham, penguatan terbesar datang dari Fanuc yang melonjak 15,98% ke 7.256, diikuti Keyence yang naik 15,83% ke 73.180, serta Panasonic yang menguat 7,78% ke 3.103. Di sisi lain, tekanan terlihat pada Chugai Pharmaceutical yang turun 15,83% ke 7.445, Nomura Research Institute yang melemah 13,41% ke 4.409, dan Rohm yang turun 9,19% ke 3.419. Lebar pasar cenderung rapuh karena saham turun lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo, dengan 2.114 turun, 1.459 naik, dan 222 tidak berubah. Sementara itu, indikator volatilitas Nikkei naik 9,11% ke 29,59, mengindikasikan pelaku pasar masih memasang premi risiko meski indeks mencetak rekor. Dari sisi lintas aset, kenaikan harga minyak tetap m...

PT Equityworld Futures Semarang – Nikkei 225 Cetak Rekor Tertinggi, Naik 0,53%!

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (22/04), dengan indeks Nikkei 225 naik 0,53% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan dipimpin oleh penguatan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil, yang mendorong sentimen positif hingga penutupan di Tokyo. Di level saham, SoftBank Group menjadi penggerak utama setelah melonjak 8,47% ke 5.620. Resonac Holdings naik 8,44% ke 14.455 dan juga menyentuh rekor tertinggi, sementara Shift Inc menguat 7,03% ke 724,30. Di sisi lain, tekanan datang dari beberapa emiten besar. Sapporo Holdings turun 5,19% ke 1.754,50, Nikon melemah 4,35% ke 1.891,50, dan Yokohama Rubber turun 3,83% ke 6.556,00. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo, dengan 2.742 saham melemah, 815 menguat, dan 224 stagnan. Sedangkan di risiko pasar, Nikkei Volatility Index turun 8,88% ke 29,97, mengindikasikan meredanya ekspektasi volatilitas opsi Nikkei 225. Pergera...

PT Equityworld Futures Semarang – USD/JPY Menguat Usai Terjadi Gempa dan Tsunami

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – USD/JPY naik sekitar 0,25% ke dekat 159,00 pada sesi Eropa Senin (20/04). Hal ini didorong juga oleh pelemahan yen Jepang, setelah serangkaian bencana alam di Jepang. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian risiko domestik, sementara dolar AS tetap solid. Pada  waktu yang sama, gempa berkekuatan 7,3 dilaporkan terjadi di lepas pantai timur Honshu. NHK juga menyebut adanya tsunami yang teramati di lepas pantai Jepang. Di sisi operasional, Hokkaido Electric Power menyatakan tidak ada abnormalitas di PLTN Tomari pascagempa, sehingga fokus pasar lebih banyak pada dampak risiko dan sentimen, bukan gangguan fasilitas inti. Yen sebelumnya sudah melemah sejak awal hari seiring meningkatnya keraguan bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan 28 April. Investor menilai BoJ berpotensi menghindari penyesuaian kebijakan karena adanya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Jepang, terutama sete...

PT Equityworld Futures Semarang – CHF/USD Menguat, Safe Haven Diburu Saat Dunia Memanas

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – CHF/USD menunjukkan penguatan dalam beberapa sesi terakhir, seiring meningkatnya permintaan terhadap Swiss franc sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, mendorong investor untuk mencari perlindungan dari risiko, sehingga menopang mata uang Swiss. Di sisi lain, United States dollar mengalami tekanan setelah data tenaga kerja yang melemah memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter lebih cepat dari ekspektasi. Kondisi ini membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya, terutama terhadap mata uang defensif seperti franc Swiss. Faktor lain yang mendukung penguatan CHF adalah kebijakan dari Swiss National Bank yang cenderung mempertahankan suku bunga rendah namun tetap waspada terhadap penguatan mata uang yang berlebihan. Meski inflasi di Swiss mulai meningkat akibat kenaikan harga energi, levelnya masih tergolong rendah dan tidak cukup kuat untuk mendor...