Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Eropa Beda Arah, Pasar “Ngulik” Sinyal The Fed & Banjir Laporan Laba

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Saham-saham Eropa bergerak beragam pada Kamis(29/1), saat investor mencerna banjir laporan pendapatan kuartalan dari perusahaan-perusahaan besar, tak lama setelah The Fed memutuskan menahan suku bunga. Di pagi hari waktu Eropa, DAX Jerman turun 0,7%, sementara CAC 40 Prancis naik 0,9% dan FTSE 100 Inggris menguat 0,6%. Dari AS, Federal Reserve menahan suku bunga setelah serangkaian pemangkasan di akhir tahun lalu. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral butuh keyakinan lebih besar bahwa inflasi benar-benar turun stabil menuju target 2% sebelum melonggarkan kebijakan lagi, meski ia mengakui pertumbuhan ekonomi masih cukup tangguh. Nada Powell ini membuat pasar membaca The Fed sedang lebih hati-hati dan tidak mau gegabah. Meski begitu, ekspektasi pasar tetap mengarah bahwa penurunan suku bunga bisa terjadi lagi di paruh akhir tahun. Alat FedWatch dari CME menunjukkan pelaku pasar menilai The Fed masih akan menahan dalam waktu dekat, nam...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Ngegas Lagi, Dolar Makin “Loyo”

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Emas kembali mencetak rekor baru dan menembus level tertinggi di atas $5.266 per ons. Reli ini berlanjut karena dolar AS melemah, sementara investor ramai-ramai mencari tempat aman di tengah pasar yang makin tidak pasti. Pada perdagangan Rabu, harga emas sempat naik sekitar 1,3%, meneruskan lonjakan besar sehari sebelumnya. Kenaikan sebelumnya juga terbilang “nendang” karena jadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu pemicunya datang dari komentar Presiden AS Donald Trump. Ia mengaku tidak khawatir dengan pelemahan dolar, walau mata uang itu sudah turun ke level terlemah dalam hampir empat tahun. Pernyataan ini membuat pasar makin berani menekan dolar. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik dan kekhawatiran kebijakan ikut memperkuat minat ke aset aman. Alhasil, emas makin kebanjiran permintaan investasi dan bertahan dalam tren naik yang agresif. Pasar juga kembali ramai membahas “lari dari obligasi dan mata uang.” Contoh palin...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Lewati $5.000! Tarif Kanada & Isu Shutdown Bikin Pasar Panik

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas kembali meledak dan menembus $5.000 per troy ounce, yang didorong gelombang permintaan aset aman (safe-haven). Pemicu utamanya datang dari risiko tarif baru dan meningkatnya kekhawatiran soal potensi shutdown pemerintah AS. Di bursa New York, futures emas naik 2,1% ke $5,083.50 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di atas $5,090 pada sesi yang sama. Ini menunjukkan pasar masih agresif memburu emas meski sudah berada di wilayah harga “baru”. Dari sisi geopolitik dan kebijakan dagang, Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% pada barang-barang Kanada jika Kanada menandatangani kesepakatan dagang dengan China. Ancaman ini memicu kekhawatiran perang dagang melebar dan membuat investor makin defensif. Sementara itu, kekhawatiran shutdown pemerintah AS ikut menambah tekanan. Sejumlah Senator Demokrat—yang geram terhadap tindakan federal di Minneapolis—mulai mengambil posisi yang meningkatkan risiko terja...

PT Equityworld Futures Semarang – Trump Kirim “Armada” ke Iran, Harga Minyak Langsung Panas

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak menguat di perdagangan Asia pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran pasar soal gangguan pasokan di Timur Tengah—wilayah yang jadi nadi utama suplai energi dunia. Meski sempat terpukul dalam beberapa sesi terakhir, minyak tetap mengarah mencatat kenaikan untuk pekan kelima beruntun. Pasar menilai permintaan berpotensi membaik, sementara premi risiko ikut naik karena ketegangan geopolitik global yang terus memanas. Trump menyampaikan peringatan itu saat berbicara dengan wartawan di atas Air Force One. Ia mengatakan AS punya “armada” yang bergerak ke arah Iran, dan meminta Teheran tidak melakukan tindakan yang memicu eskalasi, termasuk menindak protestor atau menghidupkan kembali upaya nuklir. Nada pernyataannya jelas: AS “mengawasi sangat dekat” dan opsi keras tetap ada. Sejumlah laporan menyebut sebuah kapal induk dan beberapa kapal ...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Turun Ditengah Prospek Pasokan dan Peningkatan Stok AS

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak turun tipis pada Kamis (22/1) setelah menguat di dua sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ulang arah pasokan–permintaan. Beban tambahan datang dari laporan yang menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS naik pekan lalu, membuat ruang kenaikan harga jadi lebih sempit. Pada pukul 07.49 GMT, Brent turun 28 sen (0,43%) ke $64,96/barel, sementara WTI kontrak Maret turun 19 sen (0,31%) ke $60,43/barel. Sebelumnya, harga sempat terangkat setelah Kazakhstan menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolev akibat gangguan distribusi listrik. Sentimen juga dipengaruhi drama geopolitik. Trump meredakan nada soal Greenland—menegaskan tidak akan memakai kekuatan dan menarik ancaman tarif ke Eropa. Pasar menilai tensi dagang AS–Eropa yang mendingin itu positif untuk ekonomi global dan permintaan minyak. Namun di sisi lain, risiko Iran belum benar-benar hilang: Trump berharap tidak ada aksi militer lanjutan, tapi menegaskan AS akan bert...

PT Equityworld Futures Semarang – Hang Seng Coba Bangkit

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun. Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar. Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai. Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obl...

PT Equityworld Futures Semarang – Hang Seng Terseret Isu Greenland Pasar Tetap Waspada

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Hang Seng turun 76 poin atau 0,3% dan ditutup di 26.487 pada hari Selasa. Ini jadi penurunan sesi keempat beruntun dan level terendah dalam satu minggu. Sentimen melemah setelah kontrak berjangka AS jatuh tajam, dipicu langkah Presiden Trump yang makin agresif soal Greenland dan ancaman tarif baru untuk beberapa negara Eropa. Kewaspadaan pasar juga datang dari dalam Tiongkok sendiri. Bursa daratan memperketat pengawasan untuk menekan spekulasi dan praktik trading yang dianggap tidak normal. Meski begitu, penurunan sempat agak tertahan setelah Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan—sudah delapan bulan berturut-turut tidak berubah—setelah Tiongkok mencapai target pertumbuhan 5% pada tahun 2025. Tekanan paling besar datang dari saham teknologi dan konsumen. Sejumlah saham yang paling tertinggal antara lain Knowledge Atlas Tech (-8,0%), Sunny Optical (-3,2%), dan SMIC (-3,1%). Di sisi lain, China Taiping Insurance...

PT Equityworld Futures Semarang – Tarif Lagi? Isu Greenland Bikin Korporasi Eropa Kena Target Trump

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Tepat ketika perusahaan-perusahaan Eropa mulai merasakan kelegaan setelah drama tarif perdagangan AS yang sulit diatasi tahun lalu, Presiden Donald Trump kembali mengacaukan keadaan. Eropa kini kembali menjadi sasaran setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui. Pada hari Sabtu, Trump mengumumkan bahwa ia akan menaikkan tarif mulai 1 Februari untuk impor dari Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia, hingga AS "diizinkan" untuk membeli Greenland. Negara-negara besar Eropa mengutuk langkah tersebut sebagai tekanan yang berlebihan, sementara pasar mulai mengambil sikap hati-hati karena risiko konflik perdagangan transatlantik menjadi semakin nyata. Minggu berikutnya, para duta besar Uni Eropa dilaporkan mencapai pemahaman luas untuk memperkuat upaya mencegah p...

PT Equityworld Futures Semarang – Nikkei Terkoreksi, SoftBank Tertekan Meski Pasar Masih di Level Tinggi

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Pasar saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Kamis(15/1). Indeks Nikkei 225 turun 0,44% setelah tekanan datang dari sektor kertas & pulp, transportasi, serta komunikasi. Meski turun, indeks utama Tokyo masih berada di dekat level tertinggi sepanjang masa, menandakan sentimen pasar secara umum masih kuat. Beberapa saham justru mencatat kenaikan tajam. Shiseido melonjak hampir 5%, sementara Resonac Holdings dan Sojitz juga menguat lebih dari 4%. Saham Resonac bahkan menyentuh level tertinggi dalam lima tahun, dan Sojitz mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Di sisi lain, SoftBank Group menjadi pemberat utama indeks setelah turun hampir 5%, diikuti KDDI dan Fanuc yang juga melemah. Tekanan pasar juga datang dari penurunan harga minyak dunia yang jatuh lebih dari 3%. Di pasar valuta asing, yen melemah terhadap dolar AS dengan USD/JPY naik ke 158,59. Kenaikan volatilitas dan pelemahan komoditas membuat investor lebih berhati-hati menj...

PT Equityworld Futures Semarang – Hang Seng Ngegas 4 Hari, Tapi Pasar Masih Waspada

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Hang Seng naik 0,6% atau 151 poin dan ditutup di 26.973 pada Rabu(14/1), memperpanjang reli menjadi empat sesi berturut-turut. Penguatan ini ditopang saham sektor konsumen dan teknologi yang membantu menahan tekanan dari sektor lain. Sentimen juga terbantu oleh kabar surplus perdagangan China yang mencetak rekor sepanjang 2025, dengan angka Desember tetap di atas USD 100 miliar. Ekspor yang kuat ke pasar non-AS dinilai sebagai strategi pelaku usaha untuk mengurangi dampak risiko tarif era Trump, sehingga pasar mendapat dorongan optimisme dari sisi data. Namun kenaikan Hang Seng tidak sepenuhnya mulus. Saham-saham daratan China kembali melemah setelah otoritas bursa memperketat aturan margin untuk mendinginkan pasar yang dinilai terlalu panas. Di saat yang sama, futures saham AS ikut tertekan setelah Wall Street turun karena isu independensi bank sentral, data inflasi yang kurang menggigit, dan meningkatnya risiko geopolitik. Saham yang men...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Fokus Iran dan Venezuela, Brent Tetap Menguat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak Brent menguat karena kekhawatiran pasokan global meningkat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama protes dan kerusuhan mematikan di Iran, meningkatkan risiko gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi dunia. Investor mulai memposisikan diri untuk kemungkinan pasokan terbatas, sehingga mendorong harga Brent naik ke level lebih tinggi. Di sisi lain, prospek pasokan tambahan dari Venezuela membatasi kenaikan lebih jauh. Pemerintah AS berencana melonggarkan sanksi minyak Venezuela, memungkinkan ekspor yang sebelumnya dibatasi masuk ke pasar global. Meskipun demikian, ketidakpastian politik dan ekonomi di Venezuela membuat perusahaan minyak besar masih berhati-hati, menjaga Brent tetap menguat namun dengan pergerakan yang relatif stabil.(alg) Harga minyak pada saat analisis ini adalah $62.73 - Beli jika harga bergerak dalam kisaran $63.06 - Jual jika harga bergerak dalam kisaran $62.61   Re...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik, Pasokan Venezuela–Iran Jadi Sorotan

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik untuk hari kedua pada Jumat dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan ketiga. Kenaikan ini dipicu ketidakpastian pasokan dari Venezuela serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi di Iran akibat situasi yang memanas. Pada perdagangan pagi, Brent naik sekitar 0,7% ke kisaran US$62,39 per barel, sementara WTI menguat sekitar 0,6% ke US$58,11 per barel. Sehari sebelumnya, kedua acuan melonjak lebih dari 3% setelah sempat melemah dua hari beruntun. Pelaku pasar menilai hambatan aliran minyak yang terkena sanksi dan sinyal permintaan yang masih stabil sementara ini mampu menutupi kekhawatiran oversupply di 2026. Ketegangan geopolitik memperkuat sentimen bullish dalam jangka pendek. Dari Venezuela, harga terdorong setelah Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu dan menyatakan AS akan mengontrol sektor minyak negara tersebut. Pasar kini fokus pada bagaimana minyak Ven...

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Turun 2 Hari, Tapi Masih Dekat Rekor

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Perak kembali melemah pada Kamis dan turun untuk sesi kedua berturut-turut, dengan harga turun ke bawah $77 per troy ounce. Pelemahan ini terjadi saat dorongan bullish yang sempat membawa logam mulia mendekati level rekor di awal pekan mulai kehilangan tenaga. Momentum yang mereda membuat pasar cenderung masuk fase “cooling down”, di mana aksi ambil untung lebih mudah muncul setelah reli cepat. Akibatnya, perak terkoreksi meski secara umum masih berada di area harga tinggi. Dari sisi makro, tekanan juga datang dari penguatan dolar AS. Data ekonomi AS yang campuran memberi sinyal yang belum tegas soal arah kebijakan The Fed, sehingga pasar menahan posisi agresif sambil menunggu kepastian dari data berikutnya. Untuk kebijakan suku bunga, pasar saat ini menilai peluang besar The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan terdekat, namun ekspektasi pemangkasan suku bunga beberapa kali dalam tahun ini masih dipertahankan. Kondisi ini m...

PT Equityworld Futures Semarang – Target Tercapai! Inflasi Euro Turun ke 2%

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Inflasi zona euro kembali menyusut dan tepat menyentuh target Bank Sentral Eropa (ECB). Pada Desember, inflasi tahunan tercatat 2,0%, turun dari 2,1% di bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ECB bisa mempertahankan suku bunga di level sekarang, kecuali ada perubahan besar pada prospek ekonomi. Tekanan harga inti juga ikut mendingin. Inflasi inti (tanpa makanan dan energi) turun ke 2,3%, sementara inflasi jasa—komponen yang paling diawasi ECB—juga melunak. Selama lebih dari setengah tahun, inflasi sudah bergerak di sekitar target 2%, memberi ruang bagi ECB untuk tetap menahan biaya pinjaman tanpa perlu buru-buru mengubah arah kebijakan. Pasar pun merespons dengan menambah spekulasi pelonggaran, meski skalanya masih terbatas. Pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan kecil hingga September, yang secara kasar setara dengan kemungkinan sekitar 20% untuk pemotongan seperempat poin lagi. Di pasar valas...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Ada Potensi Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (6/1)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Simak rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas​ hari ini. Pada perdagangan Senin (5/1/2026), IHSG ditutup naik 1,27% ke level 8.859, namun disertai aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing senilai Rp 9,98 miliar. Sejumlah saham yang paling banyak dibeli asing antara lain BUMI, MEDC, BBRI, EMAS, dan JPFA. Analis Ritel BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan, IHSG berpotensi mencatat koreksi wajar pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 8.780–8.800 dan resistance 8.880–8.900.  Berikut daftar saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan Selasa (6/1/2026): 1. INET — Spec Buy Area beli: 590 Target dekat: 615–650 Cut loss: di bawah 560 2. BRMS — Spec Buy Area beli: 1.260–1.275 Target dekat: 1.290–1.310 Cut loss: di bawah 1.240 3. MBMA — Spec Buy Area beli: 620–625 Target dekat: 635–...

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (5/1)

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Senin (5/1/2026). Simak rekomendasi saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas ​hari ini. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup naik 1,17% ke level 8.748, disertai aksi beli bersih (net foreign buy) investor asing senilai Rp1,14 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan tersebut mencerminkan perbaikan sentimen risiko. Namun secara teknikal, ruang kenaikan diperkirakan masih terbatas dengan resistance terdekat di area 8.765. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati katalis domestik, terutama rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan dan stabilitas makro.  Dari sisi global, eskalasi tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dan memengaruhi pergerakan indeks dalam jangka pende...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Ngegas, Dunia Semakin Panas!

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas (XAU/USD) menguat ke kisaran $4.345 pada awal sesi Asia hari Jumat, mendekati area $4.350. Pergerakan ini menunjukkan minat beli masih bertahan setelah reli besar sepanjang 2025. Pasar menilai peluang penguatan emas masih terbuka karena dua motor utama: ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan meningkatnya arus safe-haven saat risiko geopolitik belum mereda. Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan sekitar 65%, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Lonjakan ini memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai saat ketidakpastian ekonomi dan politik global meningkat. Dari sisi kebijakan moneter, The Fed pada rapat Desember memangkas suku bunga 25 bps, membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,50%–3,75%. Alasan utamanya: risiko pelemahan di pasar tenaga kerja meningkat dan tekanan inflasi dinilai mulai mereda. Namun keputusan itu tidak bulat. Stephen Miran justru memilih pemangkasan lebih besar (jumbo cut), sementara Austan Goo...